‘Dluwang Art’, Bisnis Koran Bekas Yang Sangat Menginspirasi

2016-09-02 10:54:29 | By Admin | 402 views

‘Dluwang Art’, Bisnis Koran Bekas Yang Sangat Menginspirasi


                GenMudaID- Membuka usaha atau bisnis adalah peluang yang bisa dijalankan oleh siapa saja, banyak orang yang ingin membuka bisnis dengan ide-ide yang sudah dipikirkan sebelumnya. Bisnis yang saat ini banyak dibuka oleh para pengusaha kebanyakan adalah bisnis fashion dan makanan karena makanan dan fashion adalah lahan empuk untuk mudah menambah penghasilan. Namun ada juga bisnis yang dapat menghasilkan diluar dari makanan dan fashion, bisnis ini bernama Dluwang Art ini adalah usaha yang bergerak dalam bidang kerajinan kertas koran bekas.

            Kreatifitas anak-anak muda Yogyakarta benar-benar tak berbatas. Kali ini perempuan muda yakni Briane Novianti Syukmina (26) mampu mengubah kertas koran dan majalah bekas menjadi karya indah dengan nilai Rupiah yang cukup tinggi. Biasanya kalau Sobat GenMuda lihat disekeliling harga koran bekas hanya berkisar atau laku dengan harga Rp1000 atau Rp.2000 perkilogramnya, namun di tangan perempuan warga Ledok Tukangan Yogyakarta ini, kertas-kertas tersebut diubah menjadi barang-barang indah seperti tas, sandal, souvenir pernikahan hingga bentuk lainnya yang sangat menarik.

Dluwang Art adalah tempat usaha kerajinan kertas yang berlokasi di Ledok Tukangan DN 2/257, RT 01, RW 01 Yogyakarta. tempat usaha ini juga berdiri dekat dengan kawasan Malioboro. Dluwang mengkreasi gift dengan performa unik dan menarik, seperti sandal, tas, boks, miniatur, bingkai foto, bingkai kaca, dan souvenir, semua berbahan kertas koran, tabloid dan majalah bekas. Dluwang adalah usaha di bidang kerajinan, khususnya limbah kertas dan majalah kertas. Produk-produk yang dihasilkan Dluwang sudah dijamin keawetan dan ketahanannya terhadap air dengan formula anti air yang membuat koran tidak dapat mudah sobek jika terkena air.

            Novi menceritakan awal mula terinspirasi mengolah kertas menjadi barang-barang yang berharga jual tinggi. Menurut alumni Filsafat UGM ini, awalnya ia hanya iseng membuat tas dari bahan koran bekas pada 2012 tapi ternyata karya yang diakui masih seadanya itu laku beberapa ratus ribu oleh warga asing.

            Hingga saat ini Novi mempekerjakan dua karyawan untuk membuat kerajinan dari koran bekas yang akhirnya dinamai Dluwang ini. Kisah Novi diatas memang sangat menginspirasi ya Sobat GenMuda, dari iseng-iseng sampai akhirnya ‘keisengan’ itu membuat ia mempunyai penghasilan sendiri. Pada saat dihubungi oleh Tim Redaksi Generasi Muda iD, Novi berharap bisa lebih banyak varian produk yang bisa ia tawarkan dan pasar lokal lebih peduli dengan adanya fashion dari negeri sendiri. “Saya juga berharap semoga masyarakat Indonesia lebih menghargai handmade dan semakin sadar lingkungan, dan para konsumen juga paham bahwa produk kami awet serta tahan air walaupun berbahan dasar koran.” Wow salut Novi!

 

By : Okii Witjaksono

Source : Tim Redaksi Generasi Muda ID

Sebelumnya Selanjutnya

comments powered by Disqus
REKOMENDASI
Mobil Pakai Joystick? Bukan Lagi hanya di Games!
Trending

Mobil Pakai Joystick? Bukan Lagi hanya di Games!

1 year ago | 520 views

PARTNER
  • BNIMKIFrisian FlagAIESEC UGM