Figur
Perkenalkan Ranitya Nurlita, Sang Pegiat Lingkungan Asal Bogor

2017-05-02 12:54:38 | By Admin | 527 views

Perkenalkan Ranitya Nurlita, Sang Pegiat Lingkungan Asal Bogor


GenMudaID- Penggunaan plastic untuk berbagai kebutuhan rasanya sulit untuk di lepaskan dari masyarakat Indonesia termasuk Kota Bogor. Padahal jenis sampah yang tidak bisa diurai itu menyebabkan pencemaran laut. Mahasiswa IPB Ranitya Nurlita mengkampanyekan penggunaan tas pakai ulang (reuseable), untuk meminimalisir penggunaan plastic. ASEAn Reusable Bag Campaign merupakan sebuah gerakan yang aktif menyuarakan penggunaan kantong belanja non- plastic untuk menjadi kebiasaan atau gaya hidup masyarakat. Tujuannya agar Indonesia bisa bebas sampah pada tahun 2020 mendatang. Gerakan ini di gagas oleh Ranitya Nurlita, yang kini masih berstatus sebagai mahasiswa di Institut Pertanian Bogor.

Beberapa tahun lalu ranitya terpilih mengikuti Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) dari The Study of the US Institues (SUSI). YSEALI merupakan wadah para pemimpin muda di kawasan ASEAN dalam inisiatif membentuk sebuah gerakan perubahan di kalangan pemuda. Kegiatan ini di gagas oleh Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Setiap tahun kegiatan ini mengadakan kompetisi Seed for the Future yang menghadiahkan setiap pemenangnya dana hibah untuk mengimplementasikan atau mewujudkan gerakan yang digagas oleh peserta pemenang kompetisi.

Bebekal ketertarikannya Ranitya pun membuat rencana untuk presentasi proyek kompetisi YSEALI Seed for the Future. Sebuah gerakan yang mengampanyekan penggunaan reusable bag pun digagasnya. Tak disangka ide sederhananya berhasil memenangkan kompetisi, dengan syarat dapat diterapkan di beberapa Negara lain di ASEAN. Tak hilang akan berbekal hubungan baik dengan teman-teman alumni di Malaysia dan Filipina, ranitya mengajak kedua alumni itu untuk mengikuti gerakan ARBC ini di Negara mereka masing-masing. Dari sanalah lahir sebuah gerakan ASEAN Reusable Bag Campaign.

Sejak awal sebelum dan sesudah pembentukan gerakan Ranitya memang sudah banyak mengikuti banyak kegiatan, baik di dalam dan luar kampus. Ia juga kerap mengikuti kerelawanan, forum-forum diskusi nasional dan Internasional serta berbagai kompetisi terkait isu lingkungan hidup. Sederet penghargaan di bidang lingkungan hidup pun berhasil diraihnya. Tak hanya itu aneka program beskala internasional dan internasional pun pernah diikuti di antaranya HiLo Green Ambassador, Youth Environment Meeting di Bangladesh hingga pertukaran pelajar ke Jepang.

Setelah dua tahun berjalan, Ranitya sadar bahwa PR dan tantangan komunitasnya masih banyak. Mulai dari mengubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang ‘manja’ soal membuang sampah pada tempatnya, hingga urusan komitmen relawan dan anggota. Tapi ia optimis gerakan ini akan semakin meluas, apalagi pemerintah Indonesia baru-baru ini mengesahkan peraturan plastic berbayar. Ranitya menilai ini jadi awal yang baik untuk semakin mendorong masyarakat untuk mulai menggunakan tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.

Hingga sekarang gerakan ini sudah melibatkan 50 orang peserta dan 100 relawan melalui beragam kegiatan seperti edukasi, seminar dan workshop di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Nah Sobat GenMuda kisah dari Ranitya ini membuat kita lebih membuka mata tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan yang bisa di daur ulang menjadi barang yang lebih penting dan terpakai kembali. Good!

By Okii Witjaksono

Sebelumnya Selanjutnya

comments powered by Disqus
REKOMENDASI
Mobil Pakai Joystick? Bukan Lagi hanya di Games!
Trending

Mobil Pakai Joystick? Bukan Lagi hanya di Games!

1 year ago | 435 views

PARTNER
  • BNIMKIFrisian FlagAIESEC UGM